Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
3.11.12

Tips Meredakan Bad Mood


Pertengkaran dengan pasangan semalam bisa jadi terbawa hingga pagi hari bahkan mempengaruhi kerja sehari-hari. Kemacetan lalu lintas, ditambah kendaraan mogok selain mengacaukan banyak rencana, juga bisa mempengaruhi emosi sepanjang hari. Rekan kerja yang menjengkelkan atau karyawan yang membandel, bisa juga membuat runyam emosi.
Ya! Banyak hal-hal yang membuat perasaan dan suasana hati menjadi tidak enak. Seringkali kita tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pokoknya, hati ini terasa ingin marah, cemas, jengkel dan bermacam-macam emosi negatif lain bercampur aduk. Kita biasanya menyebutnya sebagai “bad mood”. Dalam keadaan “bad mood”, hasil kerja tak akan baik. Salah-salah hubungan kita dengan orang lain malah bertambah buruk. Pendek kata, tak ada kebaikan yang bisa diberikan oleh “bad mood”. Jadi sudah semestinya kita bisa meredakan “bad mood” yang sedang melanda diri kita. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita meredakan “bad mood”.
Sadari bahwa anda sedang mengalami badmood. Bila anda tahu anda sedang marah, anda bisa menolong diri sendiri untuk meredakan kemarahan. “Bad Mood” biasanya tidak gampang dijabarkan, tetapi begitu anda mengalami suasana hati yang runyam, segera sadari keadaan itu. Sadari juga efek dari “bad mood”; yaitu mutu kerja merosot, kehilangan pelanggan, negoisasi gagal, dan banyak lagi yang buruk.
Tenangkan diri anda. Okay, anda sudah sadar bahwa anda sedang terbakar dalam api “bad mood”. Sekarang, tenangkan diri anda. Tarik nafas dalam-dalam berulang kali sampai ketegangan dalam diri anda reda. Lakukan relaksasi sederhana, misal, bernafas secara teratur sambil memejamkan mata. Atau berdoa agar anda diberi kesabaran.
Selesaikan persoalan anda sesegera mungkin. “Bad mood” biasanya disebabkan oleh adanya persoalan. Menyelesaikan masalah adalah pemecahan yang jitu. Jika anda bertengkar, segera selesaikan, berdamailah dan saling maaf-memaafkan. Bila anda berbeda pendapat dengan kolega, lakukan diskusi dengan kepala dingin. Jika acara anda berantakan, lakukan janji ulang dan susun rencana baru. Jangan biarkan persoalan terus menggantung, itu memperpanjang bad mood anda.
Bergerak, bergerak, dan bergeraklah. Jangan berdiam diri. Bergeraklah. Lakukan olahraga ringan. Buat diri anda berkeringat dan lelah. Bila anda diam saja, maka “ulat-ulat” emosi akan terus menggerogoti pikiran dan membuat anda membayangkan yang tidak-tidak. Bergerak, bergerak, dan bergeraklah.
Segarkan diri anda. Intinya sama dengan bergerak, lakukan sesuatu agar diri anda segar. Minum air putih banyak-banyak. Cuci muka dengan air segar. Makan dan minumlah sesuatu yang alami dan segar, seperti jus jeruk. Tetapi jauhi alkohol. Ia takkan banyak membantu, malah memperburuk saja. Jauhi gula, cokelat, makanan yang mengenyangkan, softdrink, dan sebagainya. Ini justru membuat anda kenyang, malas dan mengantuk. Kondisi demikian, alih-alih menjernihkan pikiran anda, malah memperbesar “bad mood” saja.
Jauhi amarah, pikiran dan emosi negatif lain. Marah dan emosi-emosi negatif menghabiskan energi. Bila anda merasa “bad mood” sedang menyerang, kuatkan hati untuk tidak marah. Bersabarlah. Coba pandang wajah “bad mood” anda di cermin. Tak menyenangkan bukan?
Bergembiralah dengan teman-teman. Sebaliknya, dekati teman-teman anda yang bisa memberikan kegembiraan. Temukan “refreshing” di sana. Tertawa dan tersenyumlah bersama mereka. Cegah “bad mood” dengan membina hubungan yang baik dan sehat dengan teman-teman. Hidup ini lebih mudah dilalui bersama mereka yang ceria ketimbang yang murung. Jangan tenggelam dalam kesedihan.
Berusahalah untuk lebih menikmati hidup ini. Ya, semua “kecelakaan” atau kekacauan itu adalah bagian dari hidup. Terimalah itu apa adanya. Jangan berburuk sangka pada hidup ini. Pasti ada pelajaran di balik semua kesulitan. Nikmati saja. ***
10.7.12

Lama tidak menulis blog Yuk Tumbuhin lagi Semangatnta


Wah udah lama blog pribadi tidak lagi diurus. Mungkin gara-gara kesibukkan ku belakangan ini kali. Jadi Jablay ini blog ahahha.
Untuk itulah mulai beberapa hari kedepan aku akan mengupdatenya sesering mungkin, kenapa ? Karena kalau tidak begitu lama-lama ilmu menulisku akan terus tumpul dan nggak akan setajam silet serta dengan menulis menurut sumber yang tidak tahu asalnya dapat meningkatkan daya ingat dan aktifitas otak dalam menyerap ilmu dan informasi baru. Apalagi sekarang di era informasi , lambat sedikit aja udah serasa ketinggalan jauh banget. Waktu dan peluang akan terbuan sia-sia saja.. Pantas Umar bin Khatab pernah berucap " Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya " sehingga apa yang didapat bisa tertancap di kepala dua kali, satu kali ketika mendengar/membacanya dan yang kedua saat menuliskannya.

1.7.12

7 Sumber Ide Bisnis


Ide bisnis ada di sekitar Anda. Beberapa ide bisnis muncul dari analisa pasar dan kebutuhan konsumen yang sangat detil; lainya berasal dari proses pencarian yang panjang. Jika Anda tertarik memulai usaha, tapi tidak tahu produk atau jasa apa yang Anda jual, dengan mengeksplore beberapa cara ini akan membantu Anda untuk memilih.
1) Menguji ketrampilan Anda dalam mempersiapkan ide usaha
Apakah Anda memiliki bakat atau catatan yang  terbukti bisa diandalkan yang bisa menjadi dasar usaha yang menguntungkan?
Beberapa hari yang lalu, saya berbicara dengan seseorang yang mengelola jasa kebersihan di rumah sakit selama bertahun-tahun. Saat ini dia berhasil menjalankan usahanya sendiri dibidang layanan kebersihan.  Mantan penebang kayu yang saya kenal saat ini mendapatkan penghasilan sebagai seorang seniman; dia menciptakan  "chainsaw sculptures" dari kayu.

Renungan Buat Para Entrepreneur


Mari kita renungkan sepenggal kisah salah seorang entrepreneur dari Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Adalah Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu, salah seorang yang berangkat hijrah ke negeri Madinah dari Mekah tanpa berbekal apapun, beliau melangkah menuju Allah dan Rasul-Nya. Sesampainya para sahabat di Madinah, masing-masing mendapatkan seorang rekan dari penduduk Madinah yang dijalinkan persahabatan mereka oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdurrahman bin Auf mendapatkan rekan Sa’ad Bin Rabi Al Anshariradhiallahu ‘anhuma. Saking kuat persahabatan yang dijalinkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara mereka, Sa’ad bin Rabi’ serta merta berkata pada Abdurrahman. “Silahkan ambil separuh hartaku untukmu.” Namun, apa jawaban Abdurrahman? Beliau menolak dengan halus seraya berkata, “Terima Kasih, Semoga Allah memberkahi hartamu, tunjukkan saja padaku di mana letak pasar!”

13 Cara Memanajemen Waktu


Waktu begitu berharga bagi seorang remaja muslim. Dapat dilihat, kebanyakan kita kurang dapat memenej waktu dengan baik. Akhirnya, semua tugas jadi tertunda dan tertunda. Jadinya menumpuk dan urusan yang lebih urgent jadi terbengkalai. Berikut ada tips bagus yang bermanfaat bagi kita untuk memenej waktu.
13.1.12

Belajar Saham , Trading, dan Forex


Belajar Saham , Trading, dan Forex

Blogger templates

Blogroll