11.5.14

Memanajemen Keuangan dari Web Dijual


MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Baik dikau kerja di online maupun offline. Bahkan jika dikau berada di keduanya.

Ini metode pertama nyang bisa dikau aplikasikan untuk manajemen keuangan pribadi. Mulai yuk..

GOAL dari metode ini adalah untuk menentukan budget "hidup" kita.
1. Selama sebulan penuh, coba tulis setiap dikau mengeluarkan uang. Simpen notanya kalo ada, pastikan semua tercatat. Entah belanja kopi, rokok, bensin, dsb. Catet!

2. Setelah sebulan, rekap pengeluaran sebulan lalu. Jangan nulis nyang dikau "expect" dikeluarkan. Rekap apa adanya, kategorikan berdasarkan rincian termudah nyang menurut dikau paling cocok. Misal:
- Tagihan HP: 359rebu
- Tagihan PDAM: 120rebu
- Tagihan Listrik: 200rebu
- Tagihan Internet: 750rebu
- Tagihan Kartu Kredit: 1,7jt
- Bensin: 700rebu
- Belanja Makan dan Minum: 2,3jt
- Cicilan Rumah: 3,6jt
- Cicilan Motor: 1jt
- Rokok: 450rebu
- Saving: 1,5jt

3. Sekarang, tulis budget aktual nyang bisa dikau alokasikan untuk setiap kategori berdasarkan catatan tadi juga pengalaman pribadi dikau. Bisa jadi ada beberapa kategori nyang kadang pasang dan surut. Ingat! Bagi pekerja online nyang tak memiliki penghasilan pasti dan "jarang" stabil. Sebisa mungkin aktual budget dibuat tidak jauh dari penghasilan rata-rata.

4. Jujurlah dengan budget nyang kita miliki. Ini duit dikau loh, gak guna buat kita berbohong ama diri kita tentang berapa nyang hendak kita spend ketika kita hendak membuat budget "hidup" kita. Jangan buat nyang berlebihan, ato bahkan di luar rata2 penghasilan kita. Sebagai contoh, jika kita berniat menabung 1jt sebulan, dan sadar kalo kita gak bisa konsisten, bikin lah range 500rebu-1jt. Tulis nyang realistis. Liat kembali pengeluaran kita, bandingkan dengan rata-rata pendapatan. Mana kategori nyang bisa ditekan, agar kita bisa punya tabungan rutin tiap bulan.

5. Meski kita dah punya budget, pastikan kita catet secara berkelanjutan. Ya bagian susahnya kan emang pengeluaran kadang berubah bulan ke bulan. Tapi bagusnya adalah ketika kita punya catatan, kita bisa track perubahan itu sehingga kita bisa punya ide nyang mayan akurat untuk menyisihkan tabungan kita sepanjang taun mau dibelanjakan apa. Nambah aset apa gimana.

Silakan share dan like jika dikau rasa tulisan dari tim #webdijual bermanfaat buat dikau ato temen2 dikau. ^^

Terimak kasih buat temen-temen dari web dijual yang udah menginsirasi saya dan akan coba terus belajar dari dikau-dikau sekalian :)

Ide buatt ppt untuk gbr ini


https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1.0-9/10320498_623465207743674_3158612162161850268_n.jpg
17.3.14

Mencari Beasiswa S2 Luar Negeri (Sharing & Tips)


Mencari Beasiswa S2 Luar Negeri (Sharing & Tips)

mencari beasiswa s2 - luar negeri
image courtesy of Huffingtonpost.com
Mencari beasiswa S2 bisa dikatakan hal yang susah-susah gampang. Banyak yang 1-2x mencoba langsung dapat, tetapi ada juga yang setelah 2 tahun mencari baru mendapatkannya seperti saya. Melanjutkan kuliah S2 sendiri menjadi pilihan masing-masing orang, ada yang berpendapat penting ada juga yang merasa tidak perlu. Saya sendiri sudah lama berkeinginan untuk melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri untuk mendapatkan wawasan dan perspektif baru.
Dalam perjalanan saya mencari beasiswa S2 ke luar negeri, ada beberapa tips sederhana yang ingin saya share:

1. Persistensi

Mungkin kata ini merupakan sebuah kata yang klise dan paling banyak disebutkan oleh semua penerima beasiswa. As cliche as it sounds, this is the most important keyword.
Ya. Persistensi adalah kunci dari keberhasilan mencari beasiswa S2.
Sudah tidak terhitung banyaknya kegagalan yang saya alami dalam mendaftar beasiswa S2. Apakah saya sempat putus asa? tentu saja. Kita semua adalah manusia biasa yang sudah sewajarnya merasa down ketika menerima kegagalan / penolakan. Terima rasa kecewa itu dan anda juga boleh untuk merasa sedih, akan tetapi tanamkan rasa kecewa itu dalam diri anda sebagai cambuk untuk lebih semangat lagi dalam mencari beasiswa.
Ada sebuah ungkapan dari Confucius yang mungkin bisa anda ingat setiap kali anda merasa gagal dalam mencari beasiswa S2 :
“Our greatest glory is not in never falling, but in rising every time we fall.” – Confucius

2. Fokus dan luangkan waktu

Pertama kali saya ingin mencari beasiswa adalah di tahun 2011, ketika itu saya memutuskan untuk meninggalkan karir saya di sebuah perusahaan multinational untuk fokus dalam semua urusan yang berkaitan dengan proses mencari beasiswa S2.
Dalam waktu 3-4 bulan setelah saya resign ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mencari beasiswa S2, antara lain:
  • Mencari universitas dengan jurusan yang saya minati. Pastikan anda punya jaringan internet di rumah untuk memudahkan proses ini.
  • Bolak-balik ke kampus untuk meminta legalisir fotocopy ijazah dan transkrip (kebetulan almamater ada di Bandung, sehingga cukup memakan waktu untuk mengurus ini).
  • Mengurus translasi semua dokumen yang dibutuhkan (ijazah, transkrip nilai, akte lahir, dll) ke dalam bahasa Inggris
  • Meminta surat rekomendasi dari mantan atasan dan dosen di kampus. Biasanya dari kampus tujuan meminta 2-3 surat rekomendasi. Saran saya lebih baik anda menyiapkan 2 buah dari tempat kerja dan 2 buah dari dosen.
  • Tes kemampuan bahasa Inggris, dalam hal ini saya mengambil IELTS karena banyak negara tujuan saya lebih membutuhkan IELTS ketimbang TOEFL.
  • Bagi yang membutuhkan, segera lakukan kursus GRE / GMAT dan ikuti tes-nya. Saya pribadi mencari jurusan dan universitas bagus tetapi yang tidak membutuhkan GRE / GMAT untuk memudahkan saya mendapatkan LoA.
  • Apply universitas yang dituju. Biasanya proses ini melibatkan pengisian data pribadi, pembuatan motivational letter / essay dan pengiriman dokumen.
  • Setelah mendapatkan LoA, apply beasiswa dari organisasi-organisasi yang menawarkannya. Terkadang kita bisa juga apply scholarship dari universitas tujuan (meskipun kesempatannya sedikit dan biasanya tidak full scholarship).
Dari tahap-tahap di atas, bisa dilihat bahwa strategi saya (poin penting!) adalah apply sebanyak-banyaknya universitas yang diminati baru anda mencari beasiswanya. Apabila anda sudah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari beragam universitas dari berbagai negara, anda akan lebih fleksibel dalam mencari beasiswa.
Sebagai gambaran saja, dalam 2 tahun ini saya mempunyai sekitar 9 LoA dari universitas-universitas di negara Inggris, Australia dan Belanda (karena 3 negara tersebut yang saya tuju).

3. Aktif mencari beasiswa S2

Kesempatan beasiswa itu sangatlah banyak, yang perlu kita lakukan hanyalah aktif dalam mencari kesempatan tersebut. Berikut ini adalah beberapa beasiswa S2 yang pernah saya apply dalam kurun waktu 2 tahun:
Australia
Belanda
Inggris
Amerika
General (campuran untuk beberapa negara tujuan)

4. Open-minded

Last but not least, kita harus berpikiran terbuka terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam tahap pencarian beasiswa. Almarhum Steve Jobs pernah mengungkapkan istilah ‘connecting the dots’ dalam salah satu pidato-nya yang terkenal.
Ungkapan tersebut benar-benar mengena dalam 2 tahun proses saya mencari beasiswa S2 ini, karena apabila saya merunut balik semua kejadian pada proses pencarian beasiswa yang saya alami, saya semakin percaya bahwa setiap manusia sudah ada jalan terbaik yang ditentukan oleh Tuhan.
Yakinlah ada banyak hikmah positif dari setiap penolakan beasiswa yang kita terima, karena Tuhan pasti akan memberikan yang kita butuhkan dan bukan yang kita inginkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha sekuat tenaga, and leave it to God.
Happy scholarship hunting!

Mendapatkan Beasiswa S2 Dengan Persiapan Matang


Setelah lulus kuliah tentunya kita dihadapkan oleh dua pilihan, mencari pekerjaan atau langsung melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya yaitu S2 (master degree). Sebagian orang memilih langsung melanjutkan ke jenjang S2 agar masa studi bisa sekalian selesai sebelum masuk ke dunia profesional. Sebagian lagi lebih memilih untuk mencari pengalaman kerja sebelum melanjutkan ke jenjang S2.
Jenjang S2 merupakan jenjang pendidikan lanjutan yang diminati banyak orang karena sifatnya lebih spesifik, lebih dalam dan lebih aplikatif untuk menunjang pekerjaan. Untuk menempuh S2, sebagian besar orang berharap bisa mendapatkan beasiswa, apalagi untuk S2 di luar negeri.
Beasiswa memang merupakan bantuan yang sangat besar sekali bagi calon mahasiswa S2, akan tetapi karena banyaknya saingan, tidak semudah itu mendapatkannya. Saya termasuk orang yang beruntung mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, dan saya ingin sedikit sharing mengenai persiapan mendapatkan beasiswa.

Persiapan Mendapatkan Beasiswa

1. Dapatkan pengalaman bekerja selama minimal 2 tahun
Banyak keuntungan dari memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun sebelum menempuh S2. Yang paling penting adalah merasakan secara langsung bagaimana bisnis yang sebenarnya (bukan hanya teori), sehingga akan memperkaya diskusi/tugas kelompok saat S2. Dengan pengalaman ini, kita juga mudah-mudahan dapat memilih jurusan yang tepat untuk S2.
Pengalaman bekerja 2 tahun juga merupakan syarat untuk mendapatkan beasiswa dari sebagian besar organisasi/instansi. Kita juga bisa mendapatkan surat rekomendasi dari atasan yang berguna untuk mendapatkan beasiswa.
2. Bangun hubungan baik dengan dosen dan staff di kampus terdahulu
Saat kuliah jangan lupa kita juga bangun hubungan baik dengan dosen-dosen kita. Kita bisa berdiskusi dengan mereka mengenai bidang apa yang sebaiknya kita ambil untuk S2. Untuk mendapatkan beasiswa, seringkali kita juga membutuhkan surat rekomendasi dari dosen S1 kita. Akan lebih mudah apabila kita sudah memiliki hubungan yang baik.
Kita juga membutuhkan ijazah dan transkrip nilai S1 yang sudah diterjemahkan ke bahasa inggris serta dilegalisir oleh pihak kampus. Jangan lupa mempersiapkan beberapa copy (misalnya 10 copy ijazah dan 10 copy transkrip) untuk dilegalisir. Copy yang sudah dilegalisir ini akan dibutuhkan dalam setiap pendaftaran Universitas atau Beasiswa.
3. Mulai asah kemampuan Bahasa Inggris sejak dini
Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri, tentunya harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni. Kemampuan berbahasa Inggris ini diukur dengan nilai IELTS atau TOEFL. Biasanya nilai minimal yang dibutuhkan adalah 6.5 untuk IELTS dan 550 untuk TOEFL. Saya pribadi lebih memilih IELTS karena pada bagian Speaking-nya kita dapat berinteraksi langsung dengan native speaker, bukan direkam ke komputer seperti TOEFL.
Untuk kursus atau mengambil tes IELTS, dapat dilakukan di IALF (tempat saya tes dulu) atau di tempat lain seperti IDP. Jangan lupa, banyak yang mendaftar untuk tes ini, jadi kamu harus daftar secepatnya jika ingin tes.
4. Banyak ikuti kegiatan organisasi dan community service
Jenjang pendidikan S2 biasanya akan banyak memberikan tugas berupa Team/Group Project. Di sini kita dituntut untuk dapat bekerja sama dengan orang lain. Karena itu pengalaman berorganisasi kita juga akan bermanfaat di sini. Untuk mendapatkan beasiswa, biasanya tim seleksi juga akan lebih mempertimbangkan calon yang sering ikut dalam kegiatan community service yang berguna untuk masyarakat.
5. Sering-sering latih kemampuan menulis
Untuk mendapatkan beasiswa, seringkali salah satu syaratnya adalah menulis beberapa essay yang berisi mengenai alasan mengapa kita yang harus terpilih, motivasi S2, dan sebagainya. Menulis essay ini mungkin sekilas terlihat mudah , akan tetapi sebenarnya lebih sulit dari yang dikira. Kita harus bisa meyakinkan tim seleksi secara singkat tetapi jelas dalam tulisan kita.
Salah satu trik yang bisa dipakai adalah dengan sering menulis blog. Referensi penulisan essay yang baik juga bisa ditemukan di internet atau dengan membeli buku panduan khusus (misalnya Graduate Admissions Essays) di toko buku. Kita juga bisa meminta pendapat teman atau saudara yang lebih pengalaman untuk mengkoreksi tulisan kita.
6. Tentukan minat untuk memilih bidang S2
Minat yang jelas untuk S2 juga penting sekali. Pada saat interview atau saat menulis essay ketika dalam proses mendapatkan beasiswa, kita perlu menjelaskan hal ini. Apakah jurusan ini terkait dengan jurusan S1 kita, atau terkait dengan bidang pekerjaan yang sedang/atau akan kita masuki. Semakin relevan alasan kita memilih jurusan tersebut, semakin besar kemungkinan kita mendapatkan beasiswa.
7. Dapatkan Letter of Acceptance dari Universitas yang dituju
Untuk mendapatkan beasiswa akan lebih mudah ketika kita sudah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari universitas yang dituju. Hal ini sangat logis, karena buat apa tim seleksi memilih orang yang belum tentu diterima oleh universitas yang dituju. Kita juga bisa melakukan deferral / penundaan enrolment di universitas tersebut apabila kita belum mendapatkan beasiswa.
8. Banyak cari informasi beasiswa S2
Timing dan informasi mengenai beasiswa S2 juga penting. Banyak sekali organisasi beasiswa baik swasta maupun pemerintah yang memberikan beasiswa S2. Syarat dan ketentuan mendapatkan beasiswa juga beragam, akan tetapi hal-hal di atas sudah mencakup sebagian besar syaratnya.
Tips mendapatkan beasiswa juga bisa didapatkan dari teman atau saudara kita yang pernah mendapatkannya. Jadi, jangan ragu untuk meminta nasihat dari mereka.
Untuk tips-tips lain dan beasiswa apa saja yang tersedia, dapat ditemukan juga di artikel ini.

Sumber : http://inkvibe.com/2013/07/mendapatkan-beasiswa-s2-dengan-persiapan-matang/

Perkembangan Teknologi & Bisnis Handphone(mobile) di tahun 2014


Setiap hari dan hampir setiap orang selalu menggunakan perangkat teknologi komunikasi satu ini. Dengan ukuran 'galau' ada yang kecil dan besar (galau), bentuk yang beragam (anak muda, eksekutif, & simpel), serta harga yang dapat dikatakan murah ( apalagi keluaran dari cina) membuat handphone(smartphone) menjadi hal yang tidak terlepaskan dalam kehidupan manusian era ini.

Karena begitu banyak kelebihan tersebut, perangkat teknologi komunikasi ini diperkirakan akan terus berkembang. Tapi kenapakah arah perkembangannya ? Sebelum itu ada baiknya kita ketahui beberapa alasan mengapa teknologi handphone akan terus berkembang, berikut ini pendapat saya (IMHO) :
- Harga yang murah
Dengan uang yang beberapa ratus ribu, membuat handphone dapat dimiliki berbagai macam kalangan. Belum lagi persaingan produsen-produsen handphone yang terus menerus mengeluarkan seri terbaru handphone mereka (bahkan ada yang berjarak beberapa minggu saja) membuat harga perangkat komunikasi ini kian jatuh.
- Teknologi yang makin canggih
Saking ketatnya persaingan, membuat produsen mencari berbagai macam cara agar dapat bertahan dalam pasar, salah satu kriterianya adalah meningkatkan teknologi yang ditanamkan ke perangkat ini. Dimulai dari spek ram, procecessor, pixel kamera menjadi pertimbangan untuk terus ditingkatkan. Hal tersebut cukup murah dan mudah dilakukan karena dalam proses pembuatannya produsen dapat meng'hire' tenaga perakit yang sedikit lebih murah di negeri cina dan bahan baku dari sana yang tidak terlalu mahal ketimbang diproduksi dinegara lain.
- Bentuk yang beragan sesuai kegunaan & pengguna
Selain teknologi yang makin canggih yang dibenamkan, pihak produsen juga turut mengfokuskan pembelinya semakin mencurut atau mencari niche khusus. Misalkan saja seperti yang dilakukan oleh salah satu produses, Lenovo. Mereka membuat 3 jenis hp masing-masing seri A (untuk kalangan anak muda), P (untuk kalangan eksekutif yang ketat dengan rutinitas dan ketahanan baterainya, dan S(untuk kalangan traveling, body kompak dan struktur handphone yang lebih kokoh)
- Melimpahnya Aplikasi
Menjadikannya salah satu alasan terkuat kenapa pengguna perangkat telekomunikasi ini semakin berkembang. Apalagi sekarang para developer 'bermodal' cukup sering   memberikan aplikasi-aplikasinya dalam bentuk gratisan.

Perkembangan Teknologi & Bisnis Handphone(mobile) di tahun 2014 Part II akan berlanjut nanti ;)






7.3.14

Latihan Presentasi


http://mediabisnisonline.com/9-tips-melatih-kemampuan-presentasi-anda-di-depan-calon-investor/
4.2.14

Digimon : Starting 13 years ago


Dulu aku smpat punya ini. Mmg g secangih hp skrng, tp mmbuatku merasa mnjadi anak kecil pling keren sjagat, krna dipilih utk menyelamatkan dunia.  Fris


Blogger templates

Blogroll